Kamis, 29 September 2011

GOUT (ENCOK)

GOUT (ENCOK)

A.    PENGERTIAN
Penyakit gout merupakan kelainan metabolisme purin bawaan yang ditandai dengan peningkatan kadar asam urat serum dengan akibat penimbunan kristal asam urat di sendi yang menimbulkan atritis urika akut. Purin merupakan unsur pembentuk nukleoprotein yang merupakan sumber asam urat. Gout dapat bersifat primer maupun sekunder. Gout primer merupakan akibat langsung pembentukan asam urat yang berlebihan atau akibat penurunan ekskresi asam urat. Gout sekunder disebabkan karena pembentukan asam urat yang berlebihan atau sekresi asam urat yang berkurang akibat proses penyakit lain atau pemakaian obat-obat tertentu. Gout jarang ditemukan pada wanita, sekitar 95 % penderita gout ini adalah pria biasanya memperlihatkan gejala pada usia dewasa muda, dengan puncaknya setelah usia lebih 40 tahun karena pada keadaan normal kadar asam urat meningkat setelah masa pubertas sedangkan pada wanita tidak meningkat tapi setelah menopause. Penyakit ini sering menyerang sendi perifer kaki dan tangan tersering mengenai persendian metatarsofalangeal ibu jari kaki.

B.     PENYEBAB
Gambaran klasik artritis gout yang berat dan akut ada kaitan langsung dengan hiperurisemia (asam urat serum tinggi). Gout mungkin primer atau sekunder. Gout primer merupakan akibat langsung pernbentukan asam urat tubuh yang berlebihan atau akibat penurunan ekskresi asam urat. Gout sekunder disebabkan an karena pembentukan asam urat yang berlebihan atau ekskresi asam urat yang berkurang akibat proses penyakit lain atau pemakaian obat tertentu.
Endapan urat dalam sendi atau traktus urinarius dialkibatkan: karena, asam urat yang rendah daya larutnya dan akibat garam-garainnya. Asam. urat yang berlebihan dan garam-garam tersebut keluar dari serum dan urin masing-masing mengendap dalam sendi dan traktus urinarius
·         Diet tinggi purin.
·         Alkohol.
·         Obat-obatan yang dapat menghambat ekskresi asam urat (aspirin, deuretik,  levodopa, diazoksid, asam nikotirat, asetozolamid dan ethambutol).
·         Generik.
C.     PATOFISIOLOGI

Gout akut biasanya terjadi pada pria sesudah lewat masa pubertas dan sesudah menopause pada wanita, sedangkan kasus yang paling banyak diternui pada usia 50-60. Gout lebih banyak dijumpai pada pria, sekitar 95 persen penderita gout adalah pria. Urat serum wanita normal jumahnya sekitar 1 mg per 100 mI, lebih sedikit jika dibandingkn dengan pria. Tetapi sesudah menopause perubahan tersebut kurang nyata. Pada pria hiperurisemia biasanya tidak timbul sebelurn mereka mencapai usia remaja.
Gout Akut biasanya monoartikular dan timbulnya tiba-tiba. Tanda-tanda awitan serangan gout adalah rasa sakit yang hebat dan peradangan lokal. Pasien mungkin juga menderita demam dan jumlah sel darah putih meningkat. Serangan akut mungkin didahului oleh tindakan pembedahan, trauma lokal, obat, alkohol dan stres emosional. Meskipun yang paling sering terserang mula-mula adalah ibu jari kaki, tetapi sendi lainnya dapat juga terserang. Dengan semakin lanjutnya penyakit maka sendi jari, lutut, pergelangan tangan, pergelangan kaki dan siku dapat terserang gout. Serangan gout akut biasanya dapat sembuh sendiri. Kebanyakan gejala-gejala serangan Akut akan berkurang setelah 10-14 hari walaupun tanpa pengobatan.

Perkembangan serangan Akut gout biasanya merupakan kelanjutan dari suatu rangkaian kejadian. Pertama-tama biasanya terdapat supersaturasi urat dalam plasma dan cairan tubuh. Ini diikuti dengan pengendapan kristal-kristal urat di luar cairan tubuh dan endapan dalarn dan seldtar sendi. Tetapi serangan gout sering merupakan kelanjutan trauma lokal atau ruptura tofi (endapan natrium urat) yang merupakan penyebab peningkatan konsentrasi asam urat yang cepat. Tubuh mungkin tidak dapat menanggulangi peningkatan ini dengan memadai, sehingga mempercepat proses pengeluaran asam urat dari serum. Kristalisasi dan endapan asam urat merangsang serangan gout. Kristal-kristal asam urat ini merangsang respon fagositosis oleh leukosit dan waktu leukosit memakan kristal-kristal urat tersebut maka respon mekanisme peradangan lain terangsang. Respon peradangan mungkin dipengaruhi oleh letak dan besar endapan kristal asam urat. Reaksi peradangan mungkin merupakan proses yang berkembang dan memperbesar diri sendiri akibat endapan tambahan kristal-kristal dari serum.

Periode antara serangan gout akut dikenal dengan nama gout inter kritikal. Pada masa ini pasien bebas dari gejala-gejala klinik.
Gout kronik timbul dalarn jangka waktu beberapa tahun dan ditandai dengan rasa nyeri, kaku dan pegal. Akibat adanya kristal-kristal urat maka terjadi peradangan kronik, sendi yang bengkak akibat gout kronik sering besar dan berbentuk nodular. Serangan gout Aut dapat terjadi secara simultan diserta gejala-gejala gout kronik. Tofi timbul pada gout kronik karena urat tersebut relatif tidak larut. Awitan dan ukuran tofi sebanding dengan kadar urat serum. Yang sering terjadi tempat pembentukan tofi adalah: bursa olekranon, tendon Achilles, permukaan ekstensor dari lengan bawah, bursa infrapatella dan helix telinga
Tofi-tofi ini mungkin sulit dibedakan secara klinis dari rheumatoid nodul. Kadang-kadang tofi dapat membentuk tukak dan kemudian mengering dan dapat membatasi pergerakan sendi. Penyakit ginjal dapat terjadi akibat hiperurisemia kronik, tetapi dapat dicegah apabila gout ditangani secara memadai.


D.    TANDA DAN GEJALA
-      Timbulnya Tofi pada sendi sinovial, bursa olekranon dan helix telinga.
-      Nyeri dan kaku.
-      Bengkak dan kemerahan pada sendi yang sakit.
-      Peningkatan asam urat serum.

E.     PEMERIKSAAN PENUNJANG
-      Kadar asam urat serum meningkat.
-      Laju sedimentasi eritrosit (LSE) meningkat, yang menunjukkan inflamasi.
-      SDP meningkat (leukositosis).
-      Kadar asam urat urine dapat normal atau meningkat ditentukan oleh urine tampung 24 jam.
-      Analisis cairan senovial dari sendi terinflamasi oleh tofi menunjukkan kristal urat mono sodium yang membuat diagnosis.
-      Sinar X sendi menunnjukkan massa tofaseus dan destriksi tulang dan perubahan sendi.

F.      KOMPLIKASI
Gout dapat merusak ginjal sehingga menimbulkan proteinuria dan hipertensi ringan apabila segera tidak ditangani.


G.    PENATALAKSANAAN MEDIS
§ Kolkisin, untuk menghentikan serangan akut yang diberikan setiap jam pada awal serangan nyeri hebat hilang.
§ Obat urikosonik (probenesid dan alopurinol), menurunkan hiperurisemia dan membantu menghambat produksi asam urat.
§ Tindakan bedah tofektomi: pengeluaran massa tofus.
§ Menghindari makanan tinggi purin, seperti hati, ginjal, jeroan, remis, angsa dan daging rusa.


H.    PENGKAJIAN KEPERAWATAN
o   Tanyakan keluhan nyeri yang terjadi, biasanya pada ibu jari kaki atau pada sendi-sendi lain. Bagaimana gejala awalnya dan bagaimana klien menanggulanginya, adakah riwayat gout dalam keluarga. Obat-obatan yang diperoleh
o   Tentukan apakah ada nyeri saat digerakkan, bengkak, dan kemerahan, demam subfebris, periksa adanya nodul diatas sendi.
o   Kaji adanya kecemasan dan ketakutan dalam melakukan aktivitas dan masalah-masalah yang terkait dengan psikososialnya.

I.       MASALAH ATAU DIAGNOSA YANG MUNGKIN TIMBUL
v  Nyeri berhubungan dengan proses penyakit
v  Gangguan mobilitas fisik berhubungan dengan nyeri persendian
v  kurang pengetahuan tentang pengobatan dan perawatan dirumah






J.       RENCANA KEPERAWATAN

NO
DIAGNOSA KEPERAWATAN
NOC
NIC
1
Nyeri berhubungan dengan proses penyakit

Rasa nyaman klien terpenuhi atau terhindar dari nyeri
1.       Berikan posisi yang nyaman, sendi yang nyeri (kaki) diistirahatkan dan diberikan bantalan. Istirahat dapat menurunkan metabolisme setempat dan mengurangi pergerakan sendi yang terjadi.
2.       Berikan kompres hangat atau dingin yang dapat memberikan efek vasodilatasi . keduanya mempunyai efek  membantu pengeluaran endorfin dan dingindapat menghambat impuls-impuls nyeri
3.       Cegahlah agar tidak terjadi iritasi pada tofi misal menghindari penggunaan sepatu yang sempit, terantuk pada benda yang keras. Bila terjadi iritasi maka akan semakin nyeri, apabila terjadi luka akibat tofi yang pecah maka rawatlah secara steril dan juga perawatan drain yang terpasang pada luka
4.       Berikan obat-obatan sesuai dengan resep dokter dan amati efek samping obat-obatan tersebut
2
Gangguan mobilitas fisik berhubungan dengan nyeri persendian

Klien akan meningkatkan aktivitasnya sesuai dengan kemampuan

1.      Tingkatkan aktivitas klien bila nyeri dan bengkak telah berkurang

2.      lakukan ambulasi dengan bantuan misal dengan menggunakan walker atau tongkat.
3.      lakukan latihan ROM secara hati-hati pada sendi yang terkena gout karena bila dimobilisasi terus menerus akan menurunkan fungsi sendi.
4.      usahakan untuk meningkatkan kembali pada aktivitas yang normal
3
kurang pengetahuan tentang pengobatan dan perawatan dirumah

Klien dan keluarga dapat memahami penggunaan obat dan perawatan dirumah

1.      Berikan jadwal obat yang harus digunakan meliputi nama obat, dosis, tujuan dan efek samping. Penjelasan ini dapat meningkatkankoordinasi dan kesadaran klien terhadap pengobatan yang teratur.

2.      diskusikan tentang pentingnya diit yang terkontrol, misal dengan menghindari makanan tinggi purin seperti hati, ginjal, sarden. Program latihan dan istirahat yang teratur perlu dibicarakan


EVALUASI
1.      Tidak terjadi komplikasi
2.      Nyeri terkontrol
3.      Tidak terjadi efek samping akibat obat-obatan yang digunakan
4.      Memahami jadwal pengobatan dan perawatan di rumah




DAFTAR PUSTAKA

http://health.yahoo.com/ency/adam/00615.last reviewed: 1/7/2003
www.google.com/askep gout
Nanda, 2001, Nursing Diagnosis: Definitions & Classification 2001-2002, Ed-, United States of America


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar